
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah di antara beragam tantangan global saat ini, mulai konflik geopolitik, perang dagang, hingga gangguan rantai pasok dunia.
Untuk itu, Gibran mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, antara lain lewat pemangkasan 145 regulasi distribusi pupuk subsidi yang memberi manfaat langsung kepada petani.

Baca Juga
Bahlil Perintahkan Perusahaan Pasok 190 Juta Ton Batu Bara ke PLN untuk Mengatasi Pemadaman Listrik Bergilir
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia menugaskan perusahaan perusahaan batu bara nasional untuk pasok batu bara ke PLN guna mengatasi pemadaman listrik bergilir. Pasokan sebanyak 180 190 juta ton batu bara diharapkan dapat memastikan layanan kelistrikan kembali normal. Bahlil menegaskan bahwa kebutuhan batu bara PLN secara nasional sebanyak 154 juta ton per tahun dan perusahaan telah diperintahkan untuk mengirim setidaknya 180 190 juta ton.
Ia menilai, Indonesia telah semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, berkat petani dan nelayan, yang didukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor pertanian dan perikanan. Hal itu disampaikan Gibran saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu (20/6).
Kita tidak boleh bergantung kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu, kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, ujar Gibran.
Wapres menambahkan, pemerintah akan terus membenahi tata kelola pertanian, termasuk pengendalian alih fungsi lahan, penyediaan benih unggul, akses permodalan, kepastian pasar, serta distribusi pupuk subsidi yang lebih efektif.
Sementara, Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan dalam satu tahun.
Ini yang tercepat sepanjang sejarah Indonesia, ujar Amran.
Visi tersebut tercapai dengan catatan kenaikan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil, yang mendorong stok pangan nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton, menjadi terbanyak sejak Indonesia merdeka.
Di tingkat petani, kesejahteraan menunjukkan peningkatan. Harga gabah kini berada pada level Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127 atau tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Selain itu, nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun sehingga total ekspor pertanian nasional mencapai Rp765 triliun. Pemerintah pun bergerak menyiapkan program bantuan bibit gratis untuk komoditas strategis seperti kakao, kelapa, tebu, dan komoditas perkebunan lainnya yang akan mencakup lahan seluas 870 ribu hektare.
Pada sektor perkebunan, pemerintah melakukan pembenahan tata niaga sawit melalui kebijakan ekspor crude palm oil (CPO) satu pintu. Kebijakan itu diterapkan setelah ditemukan anomali harga tandan buah segar (TBS) sawit yang tidak sejalan dengan kenaikan harga CPO global dan penguatan nilai tukar dolar AS.
Saat ini harga TBS mulai kembali normal dan kami berharap dapat meningkat hingga 10 persen untuk memperkuat kesejahteraan petani sawit, kata Amran.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan petani memperoleh harga yang lebih adil dan menikmati manfaat dari perbaikan tata niaga komoditas perkebunan.
Tidak mungkin capaian ini terjadi tanpa kerja keras petani dan nelayan Indonesia. Ini juga berkat keberpihakan Presiden dan Wakil Presiden terhadap sektor pertanian, pungkas Amran.
Ke depan, pemerintah akan terus mempercepat hilirisasi pertanian dan perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan pangan dunia.
Sumber Artikel : cnnindonesia.com



