Bahlil Perintahkan Perusahaan Pasok 190 Juta Ton Batu Bara ke PLN untuk Mengatasi Pemadaman Listrik Bergilir

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia menugaskan perusahaan perusahaan batu bara nasional untuk pasok batu bara ke PLN guna mengatasi pemadaman listrik bergilir. Pasokan sebanyak 180 190 juta ton batu bara diharapkan dapat memastikan layanan kelistrikan kembali normal. Bahlil menegaskan bahwa kebutuhan batu bara PLN secara nasional sebanyak 154 juta ton per tahun dan perusahaan telah diperintahkan untuk mengirim setidaknya 180 190 juta ton.

Bahlil Perintahkan Perusahaan Pasok 190 Juta Ton Batu Bara ke PLN untuk Mengatasi Pemadaman Listrik Bergilir
cnnindonesia.com21 Juni 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menugaskan perusahaan-perusahaan batu bara nasional untuk pasok batu bara ke PLN dalam upaya mengatasi pemadaman listrik bergilir yang belakangan ini terjadi. Pasokan sebanyak 180-190 juta ton batu bara diharapkan dapat memastikan layanan kelistrikan kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir.

Bahlil menjelaskan bahwa masalah pemadaman listrik bergilir bukan karena kekurangan batu bara untuk pembangkit listrik. Dia menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kebutuhan bahan bakar pembangkit PLN lewat Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba). Kebutuhan batu bara PLN secara nasional sebanyak 154 juta ton per tahun, dan agar pasokan terjamin, perusahaan telah diperintahkan untuk mengirim setidaknya 180-190 juta ton.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pamerkan Kinerja Ekonomi Indonesia yang Kuat di China

Baca Juga

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pamerkan Kinerja Ekonomi Indonesia yang Kuat di China

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempresentasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat saat ini, yakni 5,61 persen di kuartal I 2026, dalam kuliah umum di Nankai University, Tianjin, China. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di atas rata rata negara negara G20 maupun ASEAN. Purbaya juga menegaskan bahwa kesehatan fiskal menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bahlil juga menekankan bahwa teknis pengiriman batu bara ke pembangkit listrik bukan merupakan tugas Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, melainkan merupakan teknis manajemen logistik PLN. Pemadaman listrik, kata dia, lebih berkaitan dengan aspek teknis operasional dan distribusi yang menjadi tanggung jawab PLN.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, Bahlil mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo guna memastikan langkah penanganan dilakukan secepat mungkin. Bahlil menekankan bahwa pemerintah telah mengambil langkah dari sisi regulasi dan jaminan pasokan energi, dan kemudian dari sisi pelaksanaan teknis di lapangan menjadi fokus utama PLN.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik terjadi akibat kendala teknis di dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan mitra PLN. Darmawan mengatakan bahwa ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra PLN, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa.

Dalam menjelaskan lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa pihaknya telah meminta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk di dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat. Bahlil menekankan bahwa yang mengoperasikan listrik itu bukan Direktorat Jenderal Listrik, melainkan PLN, sehingga pihaknya hanya dapat mengatur dari sisi regulasi.

Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir terus dilakukan dengan mengoptimalkan pasokan batu bara ke PLN. Dengan pasokan batu bara yang mencapai 180-190 juta ton, diharapkan layanan kelistrikan dapat kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir yang merugikan masyarakat.

Namun, perlu diingat bahwa masalah pemadaman listrik bergilir tidak hanya disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara, melainkan juga disebabkan oleh kendala teknis dan operasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem kelistrikan yang ada guna meminimalkan terjadinya pemadaman listrik bergilir di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemadaman listrik bergilir telah menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Pemadaman listrik bergilir tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan industri. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa layanan kelistrikan dapat berjalan dengan lancar dan stabil.

Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir dengan mengoptimalkan pasokan batu bara ke PLN merupakan langkah yang tepat. Namun, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem kelistrikan yang ada guna meminimalkan terjadinya pemadaman listrik bergilir di masa depan. Dengan demikian, diharapkan layanan kelistrikan dapat berjalan dengan lancar dan stabil, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan yang baik dan tidak terganggu oleh pemadaman listrik bergilir.

Sumber Artikel : cnnindonesia.com