Pembatasan Perjalanan Tim Sepak Bola Iran Menjelang Piala Dunia 2026: AS Tetap Kokoh

Amerika Serikat menolak melonggarkan pembatasan perjalanan tim sepak bola Iran selama Piala Dunia 2026, menyebabkan Iran harus melakukan perjalanan bolak balik ke Meksiko untuk menghadapi pertandingan melawan Belgia. Federasi sepak bola Iran telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA atas penolakan ini. Pembatasan perjalanan ini dikeluarkan setelah pemerintahan Donald Trump menolak Iran untuk berada lebih dari 24 jam di negara tersebut.

Pembatasan Perjalanan Tim Sepak Bola Iran Menjelang Piala Dunia 2026: AS Tetap Kokoh
cnnindonesia.com21 Juni 2026

Amerika Serikat kukuh tidak akan melonggarkan pembatasan perjalanan super ketat tim sepak bola Iran selama Piala Dunia 2026 di Los Angeles dan Seattle. Ini merupakan keputusan yang menimbulkan kontroversi dan protes dari pihak Iran, yang telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA.

Jelang melawan Belgia di SoFi Stadium, atau Los Angeles Stadium, Inglewood, California, Senin (22/6) pukul 02.00 WIB nanti, Iran kembali dilarang memasuki wilayah AS sehari sebelum pertandingan. Padahal, Iran sudah dijanjikan oleh FIFA bahwa mereka akan tiba di Los Angeles, California, dua hari sebelum kickoff pertandingan keduanya di Grup G Piala Dunia 2026 melawan Belgia.

Persaingan Sengit antara Veda Ega dan Hakim Danish Memanas di Moto3 2026

Baca Juga

Persaingan Sengit antara Veda Ega dan Hakim Danish Memanas di Moto3 2026

Persaingan antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish di Moto3 2026 semakin panas setelah balapan di Ceko, dengan keduanya berjarak sangat dekat di klasemen. Hakim Danish meraih hasil bagus dengan menjadi pembalap pertama yang menyentuh garis finis, sedangkan Veda Ega finis di posisi kelima. Persaingan ini diprediksi akan semakin sengit di seri seri berikutnya.

Namun, rezim Donald Trump tak menggubris jaminan FIFA itu, sehingga untuk kedua kalinya Iran mesti pulang pergi Tijuana (Meksiko)-Los Angeles (AS) dalam waktu 24 jam. Tijuana adalah base camp dadakan timnas Iran yang seharusnya berada di Tucson di Arizona, Amerika Serikat. Kebijakan itu dikeluarkan setelah pemerintahan Donald Trump menolak Iran berada lebih dari 24 jam di negara itu.

Federasi sepak bola Iran sudah mengajukan surat keluhan resmi kepada FIFA atas penolakan AS itu. Merespons kebijakan zalim tersebut, pelatih Oran Amir Ghalenoei menyatakan bahwa timnya adalah 'tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia'. Kebijakan AS itu juga memicu kritik terhadap penanganan visa mereka oleh AS karena Iran tidak mendapatkan waktu istirahat sehari pun di hotel mereka.

Ghalenoei mengatakan tim tersebut berharap dapat bermalam di California untuk memaksimalkan proses pemulihan normal setelah pertandingan pembuka mereka. Kasus tersebut semakin runyam saat visa masuk pemain sayap Iran, Mehdi Taremi, habis masa berlakunya setelah pertandingan pertama. Kendati demikian, Iran telah memastikan telah mengamankan visa masuk ganda baru yang memungkinkan dia untuk melakukan perjalanan ke AS untuk pertandingan selanjutnya.

Di sisi lain, Direktur eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk turnamen Piala Dunia, Andrew Giuliani menegaskan kebijakan pengetatan tetap berlaku meski Iran protes. Protokol perjalanan yang sama akan berlaku untuk pertandingan Iran melawan Belgia nanti. Giuliani mengatakan kebijakan mungkin akan berubah saat pertandingan ketiga Iran melawan Mesir di Seattle pada Jumat mendatang.

'Situasinya dinamis. Saat ini kami memiliki rencana. Besok sore [setelah pertandingan melawan Belgia], mereka akan melakukan penerbangan 27 menit kembali ke Tijuana,' katanya. 'Kita akan melihat bagaimana perkembangannya untuk pertandingan kedua, dan kemudian akan ada diskusi keesokan harinya mengenai bagaimana situasinya untuk pertandingan ketiga di Seattle,' imbuh Giuliani.

Kendati demikian, Giuliani berdalih kebijakan timnas Iran yang ditempatkan di Tijuana telah mempersingkat waktu perjalanan Negeri Persia itu. 'Pergeseran dari Tucson ke Tijuana, menurut saya, baik untuk semua pihak yang terlibat. Tentu saja itu juga mengurangi waktu perjalanan mereka ke Los Angeles. Penerbangan mereka satu jam lebih singkat daripada jika dari Tucson. Dan kami senang dengan jalannya pertandingan pertama di Los Angeles,' katanya.

Giuliani juga mengungkapkan bahwa belum ada ancaman selama Piala Dunia 2026 berlangsung sejauh ini. 'Yang dapat saya sampaikan adalah komunitas intelijen kami telah meningkatkan upaya ini tiga kali lipat sejak awal tahun ini,' katanya. Ini menunjukkan bahwa AS serius dalam menjaga keamanan dan keselamatan selama turnamen Piala Dunia 2026.

Dalam konteks yang lebih luas, keputusan AS untuk menolak melonggarkan pembatasan perjalanan tim sepak bola Iran mencerminkan ketegangan yang masih ada antara kedua negara. Hubungan AS-Iran telah tegang sejak lama, dan keputusan ini hanya memperburuk situasi. Namun, tetap penting untuk memastikan keamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam turnamen Piala Dunia 2026.

Dalam beberapa hari mendatang, kita akan melihat bagaimana situasi ini berkembang dan bagaimana Iran akan menanggapi keputusan AS. Satu hal yang pasti, keputusan ini telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan yang hangat di kalangan pecinta sepak bola dan masyarakat internasional. Mari kita tunggu dan lihat bagaimana cerita ini akan berakhir.

Sumber Artikel : cnnindonesia.com