
Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu, 1 Juli. Acara ini merupakan momentum penting bagi Korps Bhayangkara dalam memperingati 80 tahun dedikasinya kepada masyarakat.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan kementerian/lembaga serta tamu undangan lain juga dijadwalkan akan hadir dalam kegiatan tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa upacara ini akan melibatkan 9.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk personel Polri, TNI, dan komponen masyarakat. Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti parade defile, pemberian tanda kehormatan, peragaan, defile, dan syukuran.

Baca Juga
Kebakaran TPA Jatiwaringin: BPBD Minta Bantuan Helikopter BNPB untuk Pemadaman
BPBD Kabupaten Tangerang meminta bantuan helikopter dari BNPB untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin yang telah melanda area lebih dari dua hektare. Kebakaran yang telah berlangsung selama 9 jam tersebut menyebabkan petugas kesulitan menjangkau titik api. Upaya pemadaman dari darat belum optimal karena akses menuju titik api sangat terbatas.
Isir juga membeberkan alasan upacara HUT Bhayangkara ke-80 digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, yang biasanya digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Menurutnya, Satlat Brimob Polri di Cikeas representasi secara terbuka agar masyarakat dapat melihat setiap tugas kepolisian ada proses pendidikan, latihan pembentukan nilai-nilai dan karakter sebagai simbol peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pondasi pelayanan Polri serta profesional dan modern dan selalu ada ditengah-tengah masyarakat di mana pun.
Dalam puncak perayaan HUT Bhayangkara, juga akan digelar upacara parade, pemberian tanda kehormatan, peragaan, defile, dan syukuran. Selain itu, juga ada pameran alat utama (alut) dan alat khusus (alsus) milik Polri yang merupakan produk dalam negeri serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. Isir menuturkan bahwa rangkaian kegiatan perayaan HUT Bhayangkara telah dimulai sejak Mei, yang terdiri dari kegiatan Bhakti Bhayangkara, anjangsana, dzikir dan doa bersama lintas agama, perlombaan dan pekan olahraga hingga pagelaran wayang.
Kegiatan ini memiliki makna bahwa Polri tetap terus memberikan pelayanan dan pengabdiannya yang terbaik bagi masyarakat. Dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan dan sebelum puncak upacara, Korps Bhayangkara mendekat dengan masyarakat dan bersama-sama dengan masyarakat. Isir menambahkan bahwa puncak upacara HUT Bhayangkara ke-80 ini merupakan momentum bagi Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian acara HUT Bhayangkara ke-80 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran dan fungsi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan mendukung kegiatan Polri dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, acara ini juga dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sehingga dapat terjalin kerja sama yang lebih efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam acara ini, juga akan dilaksanakan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan pengabdiannya yang terbaik bagi masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari kegiatan Polri dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Puncak upacara HUT Bhayangkara ke-80 ini merupakan momentum penting bagi Korps Bhayangkara untuk memperingati 80 tahun dedikasinya kepada masyarakat. Dengan rangkaian acara yang menarik dan bermanfaat, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan mendukung kegiatan Polri dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, dapat terjalin kerja sama yang lebih efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sumber Artikel : cnnindonesia.com



