Mengenal Prosesi Injak Kepala Kerbau: Tradisi Sakral Masyarakat Lampung

Prosesi injak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun. Prosesi ini dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun untuk menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai peyimbang atau pemimpin adat. Prosesi ini melambangkan pembersihan sifat sifat buruk dan bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat.

Mengenal Prosesi Injak Kepala Kerbau: Tradisi Sakral Masyarakat Lampung
cnnindonesia.com30 Juni 2026

Prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun. Prosesi ini dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun untuk menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai peyimbang atau pemimpin adat.

Menurut Budayawan Lampung, Admi Syarif, prosesi injak kepala kerbau ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, iri dengki, dan ketamakan, serta bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat. Admi menjelaskan bahwa prosesi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan biasanya dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun dalam tradisi masyarakat Lampung.

Kebakaran TPA Jatiwaringin: BPBD Minta Bantuan Helikopter BNPB untuk Pemadaman

Baca Juga

Kebakaran TPA Jatiwaringin: BPBD Minta Bantuan Helikopter BNPB untuk Pemadaman

BPBD Kabupaten Tangerang meminta bantuan helikopter dari BNPB untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin yang telah melanda area lebih dari dua hektare. Kebakaran yang telah berlangsung selama 9 jam tersebut menyebabkan petugas kesulitan menjangkau titik api. Upaya pemadaman dari darat belum optimal karena akses menuju titik api sangat terbatas.

Dalam budaya Lampung, kerbau memiliki kedudukan yang istimewa. Kerbau sering menjadi ukuran dalam berbagai perhitungan adat maupun penyelenggaraan pesta besar. Admi menambahkan bahwa prosesi injak kepala kerbau dapat diartikan sebagai upaya menghilangkan roh kebinatangan dari manusia itu.

Prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi beberapa waktu lalu menjadi ramai, padahal prosesi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Admi mempertanyakan mengapa prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi menjadi ramai, dan ia berpandangan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang tradisi dan budaya Lampung.

Admi menekankan bahwa prosesi injak kepala kerbau bukanlah suatu kepercayaan atau agama, tetapi lebih merupakan suatu simbol yang sudah berlaku beratus-ratus tahun. Ia juga menekankan bahwa prosesi ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Lampung dan harus dipahami dan dihormati.

Dalam konteks prosesi injak kepala kerbau, Admi menjelaskan bahwa prosesi ini dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun untuk menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai peyimbang atau pemimpin adat. Prosesi ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk dan bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat.

Prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi beberapa waktu lalu menimbulkan banyak perdebatan dan pertanyaan. Admi berpandangan bahwa prosesi ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Lampung dan harus dipahami dan dihormati. Ia juga menekankan bahwa prosesi ini bukanlah suatu kepercayaan atau agama, tetapi lebih merupakan suatu simbol yang sudah berlaku beratus-ratus tahun.

Dalam budaya Lampung, prosesi injak kepala kerbau memiliki makna yang sangat dalam. Prosesi ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk dan bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat. Admi menambahkan bahwa prosesi ini juga dapat diartikan sebagai upaya menghilangkan roh kebinatangan dari manusia itu.

Prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi beberapa waktu lalu menimbulkan banyak perdebatan dan pertanyaan. Admi berpandangan bahwa prosesi ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Lampung dan harus dipahami dan dihormati. Ia juga menekankan bahwa prosesi ini bukanlah suatu kepercayaan atau agama, tetapi lebih merupakan suatu simbol yang sudah berlaku beratus-ratus tahun.

Dalam konteks prosesi injak kepala kerbau, Admi menjelaskan bahwa prosesi ini dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun untuk menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai peyimbang atau pemimpin adat. Prosesi ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk dan bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat.

Prosesi injak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun. Prosesi ini dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun untuk menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai peyimbang atau pemimpin adat. Admi menambahkan bahwa prosesi ini dapat diartikan sebagai upaya menghilangkan roh kebinatangan dari manusia itu.

Dalam budaya Lampung, kerbau memiliki kedudukan yang istimewa. Kerbau sering menjadi ukuran dalam berbagai perhitungan adat maupun penyelenggaraan pesta besar. Admi menekankan bahwa prosesi injak kepala kerbau bukanlah suatu kepercayaan atau agama, tetapi lebih merupakan suatu simbol yang sudah berlaku beratus-ratus tahun.

Prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi beberapa waktu lalu menimbulkan banyak perdebatan dan pertanyaan. Admi berpandangan bahwa prosesi ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Lampung dan harus dipahami dan dihormati. Ia juga menekankan bahwa prosesi ini bukanlah suatu kepercayaan atau agama, tetapi lebih merupakan suatu simbol yang sudah berlaku beratus-ratus tahun.

Sumber Artikel : cnnindonesia.com