Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei: Sebuah Upacara Kenegaraan Besar di Iran yang Dikawal Ketat Oleh Korps Mohammad Rasulollah

Jutaan orang diperkirakan hadir dalam pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang meninggal, dengan Korps Mohammad Rasulollah berperan penting dalam mengawal keamanan internal dan pengerahan pasukan di Teheran. Upacara ini digelar di Komplek Makam Ali Reza, Mashad, timur Teheran, dan diawali dengan proses penghormatan sejak 4 Juli. Otoritas Iran memperkirakan bahwa acara ini akan dihadiri oleh 12 hingga 20 juta pelayat, menjadikannya salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran.

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei: Sebuah Upacara Kenegaraan Besar di Iran yang Dikawal Ketat Oleh Korps Mohammad Rasulollah
cnnindonesia.com6 Juli 2026

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang meninggal, telah menjadi perhatian besar di seluruh dunia. Jutaan orang diperkirakan hadir dalam upacara ini, yang diawali dengan proses penghormatan sejak 4 Juli di Grand Mosalla, Teheran. Jenazah Khamenei disemayamkan di kompleks salat Imam Khomeini Grand Mosalla, yang kemudian dipadati oleh puluhan ribu warga Iran.

Warga Iran yang hadir memakai pakaian serba hitam dan membalut diri dengan bendera merah-putih-hijau Iran, serta mengangkat foto Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei, yang telah ditetapkan sebagai penerus kepemimpinan tertinggi negara. Ribuan pelayat terus berdatangan, memukul dada, menangis, dan mengibarkan bendera Republik Islam Iran. Para perempuan mengenakan cadar hitam, sementara sebagian memakai pelindung wajah berwarna putih atau membawa payung untuk menghindari terik matahari pagi.

Apa Benar AS Siap Tinggalkan Israel? Tegangnya Hubungan Trump dan Netanyahu

Baca Juga

Apa Benar AS Siap Tinggalkan Israel? Tegangnya Hubungan Trump dan Netanyahu

Amerika Serikat mendekati kesepakatan dengan Iran, membuat Israel merasa terjepit. Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin tegang, dengan warga Israel merasa dikhianati. Ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Israel. Apakah benar AS mulai meninggalkan Israel?

Selama prosesi, terdengar pekikan 'Matilah Amerika' yang menggema di seluruh aula salat, menunjukkan sentimen anti-Amerika yang kuat di kalangan warga Iran. Otoritas Iran memperkirakan bahwa perhelatan ini akan dihadiri oleh 12 hingga 20 juta pelayat, menjadikannya salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran.

Korps Mohammad Rasulollah, yang berbasis di Teheran, berperan penting dalam mengawal keamanan internal dan pengerahan pasukan di Teheran. Korps ini awalnya bernama Divisi ke-27 Mohammad Rasulullah, yang dibentuk selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an. Pada tahun 2008, divisi ini digabungkan dengan milisi Basij Teheran untuk membentuk korps tingkat provinsi yang membawahi wilayah Teheran Raya.

Korps Mohammad Rasulollah saat ini dipimpin oleh Hassan Hassanzadeh, militer dari Korps Garda Revolusi Iran, yang menjabat sejak 2020. Tugas utama Hassanzadeh adalah mengawasi operasi keamanan internal dan pengerahan pasukan di Teheran. Pasukannya sering dikerahkan dalam operasi anti-kerusuhan dan penindakan protes massal di ibu kota, serta memimpin unit seperti milisi Basij.

Dalam konteks upacara pemakaman Khamenei, Korps Mohammad Rasulollah bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara dan menjaga keamanan para pelayat. Dengan demikian, korps ini berperan penting dalam upacara kenegaraan ini, yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Pemakaman Khamenei juga menunjukkan sentimen kuat di kalangan warga Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel. Hassan Hassanzadeh, pimpinan Korps Mohammad Rasulollah, dikenal sebagai tokoh garis keras yang vokal menentang campur tangan Amerika Serikat dan Israel. Ia pernah menyerukan pembubaran rezim, menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan Israel.

Dalam upacara pemakaman Khamenei, terdengar pekikan 'Matilah Amerika' yang menggema di seluruh aula salat, menunjukkan sentimen anti-Amerika yang kuat di kalangan warga Iran. Ini menunjukkan bahwa hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih sangat tegang, dan upacara pemakaman Khamenei menjadi salah satu bentuk ekspresi ketidaksetujuan warga Iran terhadap kebijakan luar negeri kedua negara tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, ribuan orang telah memadati jalan-jalan di Teheran untuk menyaksikan iring-iringan pemakaman Khamenei. Mereka membawa bendera Iran, memakai pakaian serba hitam, dan mengibarkan spanduk yang menunjukkan dukungan mereka terhadap Pemimpin Tertinggi Iran yang telah meninggal. Suasana duka dan kehilangan sangat terasa, dengan banyak orang menangis dan memukul dada sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap Khamenei.

Upacara pemakaman Khamenei diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan aman, dengan Korps Mohammad Rasulollah berperan penting dalam menjaga keamanan para pelayat. Dengan demikian, upacara ini dapat menjadi salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran, yang menunjukkan sentimen kuat di kalangan warga Iran terhadap Pemimpin Tertinggi Iran yang telah meninggal.

Sumber Artikel : cnnindonesia.com