
Pemerintah saat ini tengah mengembangkan tata kelola dan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Teknologi ini merupakan hasil dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan peserta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB), yang diproyeksikan untuk diterapkan di ratusan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.
Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico mengatakan bahwa pemanfaatan AI akan membantu kepala sekolah dan guru dalam menyusun kurikulum, pembelajaran, hingga membuat soal pre-test dan post-test. Hal ini disampaikan Robben usai menghadiri Demo Day & Graduation AITF 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/6).

Baca Juga
Kemhan Perbarui Program Latihan Calon Manajer Kopdes untuk Fokus pada Pembinaan Bela Negara
Setelah insiden meninggalnya lima peserta, Kementerian Pertahanan melakukan evaluasi menyeluruh dan merevisi program pelatihan menjadi fokus pada bela negara dan kepemimpinan, memangkas durasi pelatihan menjadi dua pekan. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan calon manajer koperasi dan kampung nelayan dengan penekanan pada nilai nilai nasionalisme, patriotisme, dan disiplin. Dengan perubahan ini, para peserta tidak lagi menerima pelatihan taktik militer, melainkan fokus pada pengembangan kepemimpinan dan manajemen.
Pengembangan sistem AI ini akan dibarengi dengan pendampingan langsung kepada guru dan tenaga pendidik di 178 Sekolah Rakyat. Kemensos juga mengajak para talenta pengembang program AITF untuk terlibat dalam sosialisasi implementasi kepada lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, diharapkan penerapan sistem AI dapat berjalan secara efektif dan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.
Selain itu, Kemensos akan mengintegrasikan Sistem AI yang dihasilkan oleh program AITF dengan Learning Management System (LMS) di Sekolah Rakyat guna mendukung perwujudan Digital Quotient (kecerdasan digital) dalam pembelajaran. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan digital para guru dan siswa, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Menurut Robben, Kemensos turut memastikan implementasi teknologi AI dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh Sekolah Rakyat. Pelaksanaan program itu akan dilakukan dengan pengawasan dari Komdigi, agar penerapannya berjalan optimal. Dengan demikian, diharapkan sistem AI dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat dan membantu menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Kemensos menargetkan seluruh inovasi hasil pengembangan peserta AITF Komdigi dan UB dapat direalisasikan secara penuh pada akhir 2026. Ini merupakan target yang cukup ambisius, namun dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, universitas, dan para stakeholder lainnya, diharapkan target ini dapat tercapai.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebut, program AITF merupakan kolaborasi antara Komdigi dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Selain Universitas Brawijaya, program juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Gadjah Mada. Masing-masing kampus diberikan fokus pengembangan berbeda sesuai kebutuhan penyelesaian masalah di lapangan.
Dengan demikian, kolaborasi antara Komdigi dan UB ini dapat menjadi contoh bagi kerja sama lainnya antara pemerintah dan universitas dalam mengembangkan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional. Diharapkan, kerja sama ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan membantu menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Pengembangan sistem AI untuk Sekolah Rakyat ini juga dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Ini merupakan target yang cukup ambisius, namun dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, universitas, dan para stakeholder lainnya, diharapkan target ini dapat tercapai.
Dalam beberapa tahun mendatang, diharapkan sistem AI dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat dan membantu menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang memiliki sumber daya manusia terbaik di dunia. Ini merupakan harapan yang cukup besar, namun dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, universitas, dan para stakeholder lainnya, diharapkan harapan ini dapat tercapai.
Sumber Artikel : cnnindonesia.com



